FAMPII goes to CAFEO-29

Dalam peranan aktifnya di ASEAN, Forum Anggota Muda-Persatuan Insinyur Indonesia (FAM-PII) bergabung dalam forum YEAFEO (Young Engineers of ASEAN Federation of Engineering Organisations).
Young Engineers of ASEAN Federation of  Engineering Organisations (YEAFEO) merupakan perkumpulan anggota insinyur muda di ASEAN dan merupakan bagian dari Asean Federation of Engineering Organisation (AFEO) yang terdiri dari professional di bidang engineering yang setiap tahun mengadakan pertemuan dalam membahas peningkatan sosial, ekonomi dan pengembangan industri dan pengeloaan lingkunngan dan energi dan peningkatan sumber daya engineer secara berkesimbungan di kawasan ASEAN yang fokus terhadap peningkatan kualitas hidup, produktifitas, diskusi pengembangan dunia engineer  di kawasan ASEAN.
Sesuai dengan semangat insinyur muda  untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa maka seiring berjalannya CAFEO 29 (Coference Asean Federation of Engineering Organization) akan dilaksanakan pertemuan YEAFEO (Coference Asean Federation of Engineering Organization) di mana akan dibahas tentang peran insinyur muda di masing-masing negara dan seputar isu dikawasan regional ASEAN akan memberikan nilai tambah untuk kemajuan insinyur muda dan kesempatan kerjasama yang semakin luas antar insinyur muda di tingkat ASEAN.
Konferensi AFEO tahun ini akan dilaksanakan di Brunei, dengan Pertubuhan Ukur Jurutera & Arkitek (PUJA), Brunei sebagai tuan rumah. Pelaksanaan CAFEO 29 akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 November 2011.


Info lengkap CAFEO 29 dapat dilihat pada link berikut: http://www.puja-brunei.org/cafeo29/

Informasi tentang AFEO: http://www.afeo.org

Laporan: Refleksi 11 Tahun FAMPII & Diskusi RUU Insinyur

Acara ini dilaksanakan bertepatan pada tanggal berdirinya FAMPII 16 Juni 2011 di Ruang Serbaguna II, Lantai 3, Gedung PII, Jl Halimun 39, Jakarta.

Dimulai pada pukul 17.00 dengan diskusi tentang RUU Keinsinyuran dengan nara sumber Sekjend PII, Bapak Ir. Heru Dewanto, Msc (Eng). Pada kesempatan kali ini FAMPII mendapat informasi dan posisi RUU Keinsinyuran yang sudah digagas PII sejak tahun 2005. Target kepengurusan PII tahun ini adalah menempatkan proses RUU tersebut ke jalur track-nya, mengusahakan dukungan dari DPR untuk masuk pada anggaran 2012.

Pentingnya Undang-undang Insinyur ini salah satunya adalah dalam mendukung visi pemerintah 2025, yang membutuhkan kerja insinyur secara massif. Untuk itu dibutuhkan pendataan, pengelolaan dan peningkatan SDM insinyur dalam mendukung program pemerintah tersebut.

PII telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam mengawal RUU Insinyur tersebut, termasuk kesiapan organisasi profesi untuk menjalankan amanat Undang-undang  tersebut.

HUT FAMPII ke-XI

Setelah rehat maghrib, acara Peringatan HUT FAMPII ke-XI dimulai dengan acara potong tumpeng dan makan malam bersama.

Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi santai tentang organisasi FAMPII. Dibuka kembali oleh Sekjend PII, diharapkan bahwa FAMPII mempunyai posisi dalam mendukung berjalannya regenerasi PII. Kepengurusan kali ini mencoba meng-efektifkan dan re-inventing pola hubungan kerjasama PII dan FAMPII dengan format yang terbaik.

Dalam kesempatan kali ini juga mendapat ketegasan dari Sekjend PII bahwa kepengurusan yang disahkan oleh Pengurus PII Pusat adalah Pengurus FAMPII Pusat. Susunan kepengurusannya (susunan bidang dan komite) merupakan mirroring dari kepengurusan PII Pusat.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 pengurus dan mantan pengurus sejak berdirinya FAMPII pada tahun 2000.

Laporan: Pendidikan Profesi (14-16 Juni 2011)

Pada hari Selasa-Kamis, 14-16 Juni 2011, bertempat di Ruang Serba Guna II, Lantai 3, Gedung PII, Jl. Halimun 39, Jakarta telah dilaksanakan Pendidikan Profesi dengan tema: Standard Kompetensi Manajerial pada Perusahaan Geothermal, Pertambangan dan Oil Offshore.

suasana kelas

Diikuti oleh 52 peserta dari kalangan mahasiswa dan professional teknik pertambangan, kimia, sipil, dan mesin yang mempunyai ketertarikan karir pada bidang deothermal, pertambangan dan oil offshore.
Peserta yang berasal dari Bandung, Cilegon, Bogor dan Jakarta terlihat antusias dalam 3 hari pelaksanaan training ini.

foto bersama selesai acara

Krisis Daya Saing dan Kompetensi Insinyur Indonesia

Oleh: Ir. Hanief Arief, MAPKetua Umum FAM PII Pusat

Latar belakang

Pada saat ini kita sedang berada pada era baru yang disebut era globality, ini didasarkan pada dunia yang menyatu tanpa batas, kemunculannya ditandai dengan bentuk kompetensi global disemua sektor bidang terutama yang terkait dengan sumber daya manusia. Dalam kompetisi ini kemampuan kualitas sumber daya manusia menjadi syarat mutlak untuk mampu bersaing pada semua level tingkatan baik nasional maupun internasional. Menurut Zuhal dalam bukunya “Knowledge and Innovation, platform kekuatan daya saing” menegaskan bahwa: “daya saing  adalah gambaran bagaimana suatu bangsa termasuk perusahaan-perusahaan dan SDM-nya mengendalikan kekuatan kompetensi yang dimilikinya secara terpadu guna mencapai kesejahteraan dan keuntungan”[1] kunci dari kompetisi ini adalah peningkatan daya saing, di era globality kita belum dianggap berdaya saing jika semata-mata masih memecahkan rekor kita sendiri kemudian kita memperbaiki rekor menjadi lebih baik dari sebelumnya, ini juga belum bisa dikatakan unggul, kita dikatakan mampu berdaya saing jika mampu melewati rekor orang lain yang lebih baik. Indonesia saat ini tidak luput dari gelombang globality tersebut, untuk itu dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang handal dan kompeten dibidangnya salah satunya adalah peranan sarjana teknik yang sering disebut Insinyur (engineer).

Pendidikan Keprofesian: Standard Kompetensi Manajerial pada Perusahaan Geothermal dan Oil (Offshore)

 

Bidang Pertambangan & Sumberdaya Mineral, FAM PII Pusat, akan mengadakan acara Pendidikan Keprofesian, dengan tema: Standard Kompetensi Manajerial pada Perusahaan Geothermal & Oil (Offshore).

Acara ini akan diadakan selama 3 hari, Selasa-Kamis, 14-16 Juni 2011, bertempat di Ruang Serba Guna II, Lantai 3, Gedung PII, Jl. Halimun 39, Jakarta.

+ Informasi dan Pendaftaran, hubungi: Ir. Kiagus Ridwan (0856 905 5823) atau email: ilutinati (at) yahoo.com
+ Tidak dipungut biaya/Gratis.

Susunan Acara:

Hari 1, Selasa, 14 Juni 2011
Waktu Materi/Pembicara
08.30 – 09.30 Registrasi Peserta
09.30 – 10.00 Opening Ceremony
10.00 – 12.00 Pembuatan Anggaran dan Penyampaian Laporan Kegiatan Proyek Geo-Energy (Riki Ibrahim, Vice President Amoseas Geothermal Ltd)
12.00 – 13.00 Lunchbreak /Ishoma
13.00 – 15.00 Grade Alumina Chemical, Health & Safety Standard, Environmental, Management Systems (Wawan Herawan, PT Antam, PERHAPI)
15.00-16.00 Asosiasi Profesi PII dan Sertifikasi (Ir. Rudianto Handojo, Direktur Executive PII)
Hari 2, Rabu, 15 Juni 2011
Waktu Materi/Pembicara
08.30 – 09.00 Registrasi dan Pembukaan
09.00 – 10.30 Etika Bisnis dan Good Corporate Government (Pembicara dari BP Migas*)
10.30 – 12.00 Sustainable Engineering, Ekonomi Teknik dan Manajemen Bisnis Renewable Energy (Dr. David Darmawan, Green Technology Inc.)
12.00 – 13.00 Lunchbreak /Ishoma
13.00 – 15.00 Chain Supply and Logistic Management in Offshore (Dr. Martunus Haris, Consulting, UI)
15.00 – 16.30 Drilling, Cementing, Kontrol Kualitas Perangkat dan Standard Produksi pada Project Offshore (Bambang Purwohadi, Vice President Director PT BJ Service Indonesia Consulting)
Hari 3, Kamis, 16 Juni 2011
Waktu Materi/Pembicara
08.30 – 09.00 Registrasi dan Pembukaan
09.00 – 10.30 Analisa Ekonomi Teknik dan Pembiayaan Proyek GeoEnergy (Supramu Santosa, Presdir PT Supreme Energy)
10.30 – 12.00 Kerja sama dan Corporate Relationship Management (Sanusi Satar, Vice Presdir PT Star Energy)
12.00 – 13.00 Lunchbreak /Ishoma
13.00 – 15.00 Kepemimpinan Profesi di Era Globalisasi, Analisa Resiko dan Pengambilan Keputusan (Dr. Ir. Surya Darma, MBA, Asosiasi Panas Bumi Indonesia)
15.00 – 16.30 Condition Monitoring and Predictive Maintenance in Mining Activities (Yudi Utomo, Maintenance Planner, Leighton Indonesia Ltd)

Memperkuat SMESCO Mining System di Sektor Pertambangan

*oleh: Ir. Kiagus Ridwan (Ketua Bidang Pertambangan dan Sumberdaya Mineral FAMPII)

Prinsip pemanfaatan natural resources

Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang cukup besar, untuk menyikapi hal tersebut maka perlu membuat suatu sistem yang dapat mengakomodir hasrat hidup rakyat semesta dalam suatu pola pengusahaan dan pengelolaan sumber daya mineral. Tentulah harus disertai konsep visi yang jelas untuk membangun serta memberdayakan masyarakat banyak dalam segenap aktifitas pemanfaatan sumber daya mineral yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Membangun suatu program pemberdayaan masyarakat unggulan bagi pembangunan masyarakat dalam memanfatkan sumber daya alam yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan masyarakat dan produktifitas lingkungan yang seimbang.

Disertai konsep misi yang terukur untuk membangun dan mengembangkan industri pertambangan yang berbasis pemberdayaan masyarakat dengan mengutamakan prinsip-prinsip green mining dan good corporate government.

Bagi daerah yang kaya akan sumber daya alam yang produktif seyogyanya daerah tersebut menjadi daerah yang maju, tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya relative tinggi. Namun untuk menjadikan hal tersebut tentunya perlu penataan dan pengaturan distribusi barang modal dan usaha agar nilai ekonomis suatu barang tidak terkonsentrasi kesegelintir kelompok pengusaha.